<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
<title>Kalasan Tech. Lab. - Studi Kasus - Tumpukkan Teknologi di Netflix</title>
<link>https://kalasantechlab.com/</link>
<description>Kumpulan hasil eksperimen di  laboratorium.</description>
<language>en</language>
<item>
<title>Studi Kasus - Tumpukkan Teknologi di Netflix</title>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah produk digital umumnya layanannya dibangun diatas tumpukkan pustaka-pustaka, framework-framework atau perangkat lunak-perangkat lunak yang berbeda, disinkronisasikan melalui protokol-protokol komunikasi yang bermacam-macam pula. Tak terkecuali sang raksasa film, Netflix. Berikut studi kasus tumpukkan teknologi di Netflix yang kami himpun dari mengamati blog milik Netflix yang berisi tentang teknis-teknis dibelakang layanan Netflix.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/djuyt5yew/image/upload/v1780638589/netflixtechstack_bxoijk.svg" loading="lazy" class="left" alt="[image]"  /></p>
<ul>
<li> Mobile dan Web<br />
<br />
  Layanan streaming Netflix tersedia di mobile maupun web dengan pesentase penggunaan di laptop (~ 15%), ponsel (~ 10%), dan tablet (~ 5%) menurut pop survey. Pelayanan disini ditumpu oleh Swift dasn Kotlin, dua nama besar dalam pembuatan aplikasi Mobile. Sedangkan web Netflix ditangani oleh React, framework yang awalnya dibuat oleh Facebook.<br />
<br />
</li><li> Komunikasi Frontend ke Backend<br />
<br />
  Dalam penanganan layanan Netflix dipisah menjadi  dua sisi, sisi Frontend dan sisi Backend,  sehingga butuh protokol komunikasi data diantara keduanya, dipilihlah GraphQL.<br />
<br />
</li><li> Backend<br />
<br />
  Sisi Backend Netflix bergantung pada beberapa teknologi seperti ZUUL, Eureka, dan Spring Boot Framework.<br />
<br />
</li><li> Database<br />
<br />
  Dengan basis pengguna yang besar tak ayal Netflix membutuhkan teknologi database yang kuat. Mereka menggunakan EV cache, Cassandra dan CockroachDB.<br />
<br />
</li><li> Messaging/streaming<br />
<br />
  Netflix memiliki fitur perpesanan dan streaming yang ditangani oleh Apache Kafka dan Fink.<br />
<br />
</li><li> Penyimpanan Video<br />
<br />
  Dengan 8000 judul film dan acara TV yang ada di Netflix mereka pasti membutuhkan tempat penyimpanan video yang besar dan andal, mereka menggunakan S3 dan Open Connect.<br />
<br />
</li><li> Pemrosesan Data<br />
<br />
  Flink dan Spark hadir sebagai yang terpilih oleh Netflix untuk pemrosesan Data yang kemudian dikonversikan ke visual oleh Tableau. Ada Redshift yang digunakan sebagai gudang data terstruktur.<br />
<br />
</li><li> DevOps<br />
<br />
  Dalam prakteknya, layanan produk digitial pasti ada crash maupun pembaruan rutin softwarenya, maka dari itu mereka menggunakan layanan DevOps JIRA, Confluence, PagerDuty, Jenkins, Gradle, Chaos Monkey, Spinnaker dan Altas.<br />
</li></ul><p>Tumpukkan teknologi diatas memang terlihat rumit dan kompleks karena Netflix sendiri membuka layanannya di hampir seluruh negara dengan target pasar yang banyak.</p>
]]></content:encoded>
<link>https://kalasantechlab.com/index.php?id=2</link>
<guid>https://kalasantechlab.com/index.php?id=2</guid>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 05:50:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>kucingucul</dc:creator>
</item>
</channel>
</rss>
